Mengenai Ulang Tahun,
terlepas dari aturan yang ada pada keyakinan yang kita anut dan sifat yang hedonis, Ulang tahun/milad/dies natalis apapun kita menaminya, paling tidak bisa dijadikan cara untuk mengikatkan kembali ikatan yang mungkin sudah lama terasa hambar dan kosong.
dan hari ini, sahabat nDa, click here genap sudah setahun menjalani bahtera rumah tangga.
layaknya kehidupan rumahtangga yang 'naik-turun' ' tawa-tangis' 'suka-duka' ( yang merupakan dualitas kehidupan yang tidak pernah terpisahkan ) pastinya kerap terjadi, begitupun di kehidupan rumah tangga nDa & ayah, selama ini. tapi bagaimanapun, sama seperti yang pernah nDa bilang ke Ray, hidup adalah proses, dan kedewasaan/keberhasilan hidup seseorang adalah keikhlasan dalam menjalani dan menerima segala proses hidup dengan cara yang benar dan baik.
Ray sayang, sebentar lagi, Ray juga Ultah yang ke-2,
kalaupun nanti keadaannya tidak sehebat yang Ray mau, itulah yang terbaik.....
karena yang kita MAU bukan berarti YANG TERBAIK untuk kita.
karena memang TUHAN memberikan segala apa yang kita butuhkan, dan bukan yang kita INGINKAN.
dan untuk sahabatku, Anas & Eka, Happy Anniversary of Ur Wedding.
i love u all......
Minggu, 23 Mei 2010
Rabu, 19 Mei 2010
...andai kelak Ray dewasa.....
Ray....
Pagi ini nDa baca berita yang hebat, yang akhirnya mengantarkan nda pada sebuah hayalan yang luar biasa hebat, sehebat kamu sekarng, sayang
Nanti, Ray mau jadi orang yang seperti apa?
nda hanya memberikan sedikit referensi seperti yang udah Alex click here lakukan dan bisa Ray baca sendiri.....
Proses itu memang tidak mudah,
tapi setidaknya Ray bisa melakukan yang terbaik dan terhebat _setidaknya berdasarkan atas parameter Ray sendiri_ yang Ray lakukan dan Ray ukir disetiap detik Waktu yang Ray Jalani.
Hidup memang tidak mudah, segala ganjalan dan duri selalu saja ada, tapi itulah saat-saat yang semakin memberi warna pada hidup kita. Jalani dan Syukuri, karena memang hidup selalu berproses, dan kita Nahkoda di hidup kita sendiri. Bersikap dan bertanggung jawab itu penting, setidaknya untuk diri kita sendiri.
Ray sayang, kita tidak tahu, bagaimana yang terjadi esok... paling tidah, kita harus mempersiapkan Dunia kita, paling tidak untuk 1000 tahun, dan kita juga harus mempersiapkan bathin kita, karena kita tidak pernah tahu 'perjanjian' kita denganNya.
Bila nanti, ternyata Nda yang lebih cepat, selalulah berpikiran positif, bahwa memang itulah Hal yang terbaik dan Terhebat, yang sudah Tuhan persiapkan buat Ray.
nDa ingin, Ray tumbuh jauh lebih hebat dari apa yang sudah nDa jalan sekarang ini.
dan apapun, akan nDa lakukan, sejauh itu memberikan nilai positif untuk hidup Ray.
nDa sayang ade, mungkin sama seperti mimi O + mama O sayang sama nDa. ( Ray belum pernah liat wajah beliau, karena memang beliau sudah lebih cepat memenuhi perjanjianNya )
Ray sayang.....
selalu berusaha berbuat yang terbaik. Jujur, Ikhlas dan Rendah hati ya, Ray.....
karena sesungguhnya, itu yang perhiasan paling hebat yang justru nDa harus nDa kasih buat Ray.
love u, Dear.....
Pagi ini nDa baca berita yang hebat, yang akhirnya mengantarkan nda pada sebuah hayalan yang luar biasa hebat, sehebat kamu sekarng, sayang
Nanti, Ray mau jadi orang yang seperti apa?
nda hanya memberikan sedikit referensi seperti yang udah Alex click here lakukan dan bisa Ray baca sendiri.....
Proses itu memang tidak mudah,
tapi setidaknya Ray bisa melakukan yang terbaik dan terhebat _setidaknya berdasarkan atas parameter Ray sendiri_ yang Ray lakukan dan Ray ukir disetiap detik Waktu yang Ray Jalani.
Hidup memang tidak mudah, segala ganjalan dan duri selalu saja ada, tapi itulah saat-saat yang semakin memberi warna pada hidup kita. Jalani dan Syukuri, karena memang hidup selalu berproses, dan kita Nahkoda di hidup kita sendiri. Bersikap dan bertanggung jawab itu penting, setidaknya untuk diri kita sendiri.
Ray sayang, kita tidak tahu, bagaimana yang terjadi esok... paling tidah, kita harus mempersiapkan Dunia kita, paling tidak untuk 1000 tahun, dan kita juga harus mempersiapkan bathin kita, karena kita tidak pernah tahu 'perjanjian' kita denganNya.
Bila nanti, ternyata Nda yang lebih cepat, selalulah berpikiran positif, bahwa memang itulah Hal yang terbaik dan Terhebat, yang sudah Tuhan persiapkan buat Ray.
nDa ingin, Ray tumbuh jauh lebih hebat dari apa yang sudah nDa jalan sekarang ini.
dan apapun, akan nDa lakukan, sejauh itu memberikan nilai positif untuk hidup Ray.
nDa sayang ade, mungkin sama seperti mimi O + mama O sayang sama nDa. ( Ray belum pernah liat wajah beliau, karena memang beliau sudah lebih cepat memenuhi perjanjianNya )
Ray sayang.....
selalu berusaha berbuat yang terbaik. Jujur, Ikhlas dan Rendah hati ya, Ray.....
karena sesungguhnya, itu yang perhiasan paling hebat yang justru nDa harus nDa kasih buat Ray.
love u, Dear.....
Jumat, 14 Mei 2010
Kamis, 13 Mei 2010
....Rasa Sakit itu......
Rayessah......
Rasa sakit itu memang sangat membuat kita tidak nyaman, sayang......
tapi bagaimanapun itu, nDa bangga
dalam sakit, selalu saja senyum yang Ade tampakkan.....
nDa pikir, Ade gak bisa nahan rasa sakit bisul itu....dan kalau saja rasa sakit itu bisa dialihkan, nDa saja yang merasakannya.....
tapi, aDe memang anak nda yang hebat, anak yang kuat....... nda bangga, sayang
nanti, kalo ade dah sehat lagi, ayah pasti bakal ngajak kita jalan lagi........
kita liat monyet, ade mau kan?
Rasa sakit itu memang sangat membuat kita tidak nyaman, sayang......
tapi bagaimanapun itu, nDa bangga
dalam sakit, selalu saja senyum yang Ade tampakkan.....
nDa pikir, Ade gak bisa nahan rasa sakit bisul itu....dan kalau saja rasa sakit itu bisa dialihkan, nDa saja yang merasakannya.....
tapi, aDe memang anak nda yang hebat, anak yang kuat....... nda bangga, sayang
dE....,
Rasa sakit itu, adalah cara Allah untuk mengajarkan pada kita, bagaimana mensyukuri, betapa nikmatnya kesehatan yang Allah beri
dan aDe harus belajar dari semua proses yang udah dan sedang aDe jalani, karena nDa'pun demikian sayang.....
Lihat....... sekarang ade jadi kurus banget.....
ade susah makan, siy.......atau emang ade mau diet? jangan ya, De....
kalo ade diet, trus kalo nda makan, gak ada yang nemenin doooooooooong......
kita liat monyet, ade mau kan?
coba kalo ade dah baik seperti semula
like this.....
Rabu, 12 Mei 2010
...Mimpi, Bangun dan Gapai mimpi itu sayang....
inspired by :
Cita-cita buat saya sendiri sudah selesai. Mimpi-mimpi saya sudah terwujud. Sekarang saatnya bagi saya untuk membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka.
(http://1000guru.net/htmls/grel_details.php?recordID=Hasanudin%20Abdurakhman)
dan tentang mimpi nDa....
Cita-cita buat saya sendiri sudah selesai. Mimpi-mimpi saya sudah terwujud. Sekarang saatnya bagi saya untuk membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka.
(http://1000guru.net/htmls/grel_details.php?recordID=Hasanudin%20Abdurakhman)
dan tentang mimpi nDa....
kemudian untuk mimpi Ray....
Jumat, 07 Mei 2010
Teringat saat Sepoi angin bertiup di utara Batavia
Barangkali Cinta
( Catatan yang kubaca dari tetangga sebelah, sambil minum secangkir Coffemix )
Barangkali Cinta Barangkali cinta…
jika darahku mendesirkan gelombang
yang tertangkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya.
Darahku dan darahmu,
terkunci dalam nadi yang berbeda,

namun berpadu dalam badai yang sama.
Barangkali cinta…
jika napasmu merambatkan api
yang menjalar ke paru-paruku
bangkit dari rongga dada yang berbeda,namun lebur dalam bara yang satu.
jika ujung jemariku mengantar pesan
yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika.
Kulitmu dan kulitku,
membalut dua tubuh yang berbeda,
namun berbagi bahasa yang serupa.
Barangkali cinta…
jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari.
Matamu dan mataku,
tersimpan dalam kelopak yang terpisah,
namun bertemu dalam setapak yang searah.
Barangkali cinta…
karena darahku, napasku, kulitku,
dan tatap mataku,
kehilangan semua makna dan gunanya
jika tak ada engkau di seberang sana.
Barangkali cinta…
karena darahmu, napasmu, kulitmu,
dan tatap matamu,
kehilangan semua perjalanan dan tujuan
jika tak ada aku di seberang sini.
Pastilah cinta…
yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian,
kecerdasan, dan kebijaksanaan
untuk menghadirkan engkau, aku,
ruang, waktu,
dan menjembatani semuanya
demi memahami dirinya sendiri.
* Dee Idea :Inspired by one Dyad session in one spasmic morning in Ubud.
My Little Princes...
Wednesday, October 14, 2009
By Dee-Idea ( catatan dari tetangga sebelah )
Beberapa hari lagi sebelum kehadiranmu, atau bahkan beberapa jam? Aku tak persis tahu. Banyak yang ingin kuucapkan, tapi sepertinya kaulah yang sudah tahu. Sekian lama kita bernapas bersama, bergerak bersama, merasa bersama. Kau begitu dekat bahkan bersatu dengan tubuhku, tapi tetap saja, di sini aku menanti kehadiranmu.
Perjalananmu kelak hanyalah dari perutku menuju dekapanku. Namun itulah perjalanan yang akan mengubah kita berdua. Mengubah dunia.
Saat kau tiba, aku tak lagi menjadi manusia yang sama. Dan kau juga akan melihat dunia yang berbeda: terra firma. Selapis kulit saja tabir yang membatasi kita, tapi sungguh berkuasa.
Perjalananmu, kata kau dulu, adalah perjalanan yang akan mengingatkan mereka yang lupa. Termasuk aku. Keterpisahan adalah ilusi. Dunia jasad dan dunia roh, dunia materi dan dunia energi; hanyalah dua sisi dari koin yang sama. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud. Dan sepanjang perjalanan bernama hidup, kau dan aku, kita semua, hanya berjalan menembusi satu tabir itu saja. Membolak-balik koin yang sama. Menyeberangi selapis kulit dan daging sebagaimana yang membatasi kita kini.
Kau datang, dengan segala kegenapanmu. Kau datang, bahkan sudah dengan nama. Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan. Namun kau juga akan sejenak lupa, katamu dulu. Sama seperti kita semua yang dibuat lupa saat menyeberangi tabir itu. Tolong ingatkan aku, pintamu. Aku memilihmu karena kita pernah sama-sama berjanji pada satu sama lain, lanjutmu lagi. Saat kita berdua masih sama-sama ingat. Saat kita berdua masih sama-sama di sisi lain dari koin ini.
Entah bagaimana aku harus mencintaimu. Kau lebih seperti guru sekaligus sahabat. Waktu kau tiba dalam bentuk mungil dan rapuh nanti, biarlah alam yang mengajarkanku untuk mencintaimu lagi dari nol. Seolah kita tak pernah bertemu sebelumnya, seolah kita tak pernah bercakap-cakap bagai dua manusia dewasa, karena dalam bahasa jiwa semua “seolah” yang kusebut barusan tiada guna. Waktu, usia, dan perbedaan jasad kita, lagi-lagi hanyalah hadiah dari sisi koin di mana kita sekarang tinggal. Hadiah yang harus direngkuh dan diterima.
Sembilan bulan ini mereka bilang aku tengah mengandungmu. Aku ingin bilang, mereka salah. Kamulah yang mengandungku. Seorang ibu yang mengandung anak di rahimnya sesungguhnya sedang berada dalam rahim yang lebih besar lagi. Dalam rahim itu, sang ibu dibentuk dan ditempa. Embrio kecil itu mengemudikan hati, tubuh, dan hidupnya.
Terima kasih telah mengandungku; menempatkanku dalam rimba amniotik di mana aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan menerima apa pun yang kau persembahkan. Kini dan nanti. Manis, pahit, sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua, sebagaimana kau tengah berenang dalam tubuhku dan merasakan apa yang kurasa, mengecap apa yang kumakan, menghirup udara yang kuendus—tanpa bisa pilih-pilih. Kau terima semua yang kupersembahkan bagimu.
Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk pilihanmu datang melalui aku. Untuk pilihanmu hadir di tengah keluarga mungil ini. Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah.
Aku tak sabar untuk mengenalmu lagi. Lagi dan lagi.
By Dee-Idea ( catatan dari tetangga sebelah )
Cinta Amniotik (... catatan kecil untuk Si Kecil ...)
Perjalananmu kelak hanyalah dari perutku menuju dekapanku. Namun itulah perjalanan yang akan mengubah kita berdua. Mengubah dunia.
Saat kau tiba, aku tak lagi menjadi manusia yang sama. Dan kau juga akan melihat dunia yang berbeda: terra firma. Selapis kulit saja tabir yang membatasi kita, tapi sungguh berkuasa.
Perjalananmu, kata kau dulu, adalah perjalanan yang akan mengingatkan mereka yang lupa. Termasuk aku. Keterpisahan adalah ilusi. Dunia jasad dan dunia roh, dunia materi dan dunia energi; hanyalah dua sisi dari koin yang sama. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud. Dan sepanjang perjalanan bernama hidup, kau dan aku, kita semua, hanya berjalan menembusi satu tabir itu saja. Membolak-balik koin yang sama. Menyeberangi selapis kulit dan daging sebagaimana yang membatasi kita kini.
Kau datang, dengan segala kegenapanmu. Kau datang, bahkan sudah dengan nama. Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan. Namun kau juga akan sejenak lupa, katamu dulu. Sama seperti kita semua yang dibuat lupa saat menyeberangi tabir itu. Tolong ingatkan aku, pintamu. Aku memilihmu karena kita pernah sama-sama berjanji pada satu sama lain, lanjutmu lagi. Saat kita berdua masih sama-sama ingat. Saat kita berdua masih sama-sama di sisi lain dari koin ini.
Entah bagaimana aku harus mencintaimu. Kau lebih seperti guru sekaligus sahabat. Waktu kau tiba dalam bentuk mungil dan rapuh nanti, biarlah alam yang mengajarkanku untuk mencintaimu lagi dari nol. Seolah kita tak pernah bertemu sebelumnya, seolah kita tak pernah bercakap-cakap bagai dua manusia dewasa, karena dalam bahasa jiwa semua “seolah” yang kusebut barusan tiada guna. Waktu, usia, dan perbedaan jasad kita, lagi-lagi hanyalah hadiah dari sisi koin di mana kita sekarang tinggal. Hadiah yang harus direngkuh dan diterima.
Sembilan bulan ini mereka bilang aku tengah mengandungmu. Aku ingin bilang, mereka salah. Kamulah yang mengandungku. Seorang ibu yang mengandung anak di rahimnya sesungguhnya sedang berada dalam rahim yang lebih besar lagi. Dalam rahim itu, sang ibu dibentuk dan ditempa. Embrio kecil itu mengemudikan hati, tubuh, dan hidupnya.
Terima kasih telah mengandungku; menempatkanku dalam rimba amniotik di mana aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan menerima apa pun yang kau persembahkan. Kini dan nanti. Manis, pahit, sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua, sebagaimana kau tengah berenang dalam tubuhku dan merasakan apa yang kurasa, mengecap apa yang kumakan, menghirup udara yang kuendus—tanpa bisa pilih-pilih. Kau terima semua yang kupersembahkan bagimu.
Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk pilihanmu datang melalui aku. Untuk pilihanmu hadir di tengah keluarga mungil ini. Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah.
Aku tak sabar untuk mengenalmu lagi. Lagi dan lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)









